Perkembangan media sosial saat ini sungguh pesat, banyak yang memanfaatkan tuk berbagai macam kegiataan, salah satu nya adalah pemanfaatan dakwah bagi umat islam. Namun ironisnya banyak saat ini yang melakukan pemlintiran makna dan bahasa atas nama agama untuk mengeruk keuntungan materi, menciptakan perdebatan dan kadang dengan dalih mengatasnamakan agama malah melakukan pelecehan atau perusakan citra terhadap agama itu sendiri.

Seyogyanya ngaji dilakukan bersama ustad atau kyai " demikian yang di ucapkan pak Zainudin "

Pak Zainudin adalah salah satu sesepuh di daerah Jepon, yang kini selain aktifitasnya sebagai pedagang dan petani, beliau juga kerap melakukan pengobatan alternatif berkaitan gangguan mahkluk halus, pengobatan teluh/santet/guna guna, dll. Namun bapak 4 anak yang masa remajanya pernah mengaji di ds Ngampel kabupaten Blora ini enggan dirinya disebut sebagai paranormal maupun Kyai dan lebih suka disebut pedagang meskipun kiprah pengobatannya selama 10tahun terakhir telah menjangkau luar kota seperti Kediri, Bojonegoro, Semarang, Brebes, Grobogan, Rembang dll.

Berikut petikan obrolan ngaji bersama bapak Zainudin.

Islam ada beberapa kasta/ level pembelajaran

1. Syariat
Menggunakan dasar hukum syariat islam berdasarkan al qur'an , hadist, ijtihad dll dan pandangan imam islam seperti imam syafii, maliki, hambali, nawawi dsb.
Syariat dipelajari sebagai pondasi, dan tidak harus 100% tahu semua mengingat ilmu dasar islam itu sangat luas dan detil.
Disini belajar ilmu fiqih, buku sulam sapinah di pondok. Banyak pilihan tentang mana yg bagus, lebih bagus dan sangat bagus. Semua pilihan kembali ke pribadi masing masing.
Di kelas ini rentan perbedaan dan hindari perdebatan tak berujung, karena bisa terjadi hal yg tidak baik untuk diri sendiri dan orang lain.
Belajar syariah yang terpenting pondasi nya mantap dan kokoh fungsinya tuk pijakan naik ke level berikutnya.
2. Thorikot
Manusia level ini sudah yakin dan memiliki tujuan hidup ke sang pencipta yaitu allah swt. Apa yg dilakukan adalah perjalanan menuju kebaikan dan ke level berikutnya
3. Makrifat
Manusia level ini melihat dengan hati segala sesuatu ( niat, pikiran dan hati ) demi kebaikan
4. Hakikat
Manusia level ini sudah pandai angon roso. Niat hati dan pikiran serta perilaku semuanya dilakukan dg rasa. Kelas sufi
5. Insan kamil
Manusia yg pasrah kepada allah swt, dalam arti sudah cakap ( lengkap ) ilmunya. Iman dan tagwa diapresiasikan melalui seluruh jiwa dan raga.


Pesan terkandung dalam mengaji kali ini sbb :

* mantapkan pondasi syariat
* jadilah manusia bijak penuh cinta kasih
* jangan merasa benar, surga neraka hanya allah yg tau
* jangan debat masalah agama hingga menimbulkan perpecahan, pertikaian dan kerusakan
* jangan memaksakan kehendak dan bijaksanalah. Jadilah diri sendiri yg bisa menjadi tauladan bagi yg lain
* segalanya yg tercipta akan kembali ke allah swt
* manusia yg baik berguna bagi orang banyak
* jaga selalu hubungan baik secara vertikal dan horisontal
* jangan kaitkan atau tumpangkan agama dg unsur politik, karena pd dasarnya politik adalah kepentingan pribadi dan kelompok, bukan kepentingan yg menaungi segala kebaikan manusia
* seni dan budaya adalah sebuah rahmat dan berkah yg harus disyukuri dan dilakukan dg bijak
* tempatkan segala sesuatu sesuai porsinya dan secara bijak
* ngaji/belajar sampai akhir hayat
* jangan merasa lebih baik daripada yg lain, rendah hati lebih utama
* dosa kecil bisa hilang kalau baca kalimat thoyibah 3x setelah habis sholat, Menjalankan puasa.
* Sedangkan dosa besar tak akan diampuni selama belum sholat taubah/sholat tobat ( janji tidak akan menggulangi perbuatan itu lagi )
* allah swt tidak akan pernah bertanya apa agamamu melainkan bagaimana iman dan taqwa mu.
* tuk menjadi paranormal ( mata batin peka/sensitif ) ilmu putih biasanya sudah kelas makrifat ke atas ( makrifat, hakikat, insan kamil ).
* tuk menjadi level yg baik dalam hal mencapai ilmu kehadirat ilahi, suci lahir dan batin, wajib dilepaskan ilmu kedigdayan, mahkluk rewangan, susuk dan ilmu ilmu yg mengganggu hubungan manusia ke allah swt.
* jangan suka menggurui orang lain siapa tau mereka levelnya diatas kamu. Dan dikhawatirkan memggurui membabi buta orang lain malah rentan menyakiti hari orang lain
* seperti ilmu padi makin berisi makin merunduk, biasanya manusia yg ilmunya tinggi tidak keras hati keras kepala,melainkan lebih bijaksana, bicaranya penuh cinta kasih dan mendamaikan.
* dsb.

Semoga bermanfaat.