About Me

header ads

Dhanny R Wandi : Habis Manis Sepah Dibuang

Blora updates
Ilustrasi Foto Karya Penulis Dhanny R Wandi
Sebagai anak kampung, dikala masih usia belia, saya dan teman-teman sering makan tebu di areal perkebunan tebu yg ada disekitar wilayah blora selatan. Pesta makan tebu menjadi acara menyenangkan bagi anak- anak.  Lambat laun dari peristiwa makan tebu saya mengenal istilah habis manis sepah dibuang.

Ungkapan tersebut, Rasanya sering terdengar di ruang pergaulan hidup sehari-hari. Habis manis sepah dibuang adalah cerminan sosial dari pola perilaku manusia yg diambil dari kebiasaan makan tebu. Anda tau tebu kan?

Orang yang makan tebu, begitu dia selesai menghisap sari pati tebu yang manis maka setelah habis dihisap ampasnya akan dibuang. Gambaran orang makan tebu ternyata nampak pula di kehidupan antar manusia dalam ruang sosial masyarakat.

Saya sendiri juga mengalaminya. sudah sering saya diperlakukan sebagai tebu dalam bentuk yang beragam. Barangkali anda juga pernah punya pengalaman serupa. Begitu orang lain butuh, kita langsung diperlakukan istimewa. Diperhatikan, dipedulikan, dirawat, dipuji, dihormati dll. Tapi ketika kepentinganya sudah selesai dan kebetuhanya terpenuhi maka kita langsung diperlakukan bak ampas tebu. perilakunya langsung berbeda dan ungkapan tsb, ternyata diamalkan oleh para oknum seperti artis, pejabat, pegawai dll. untuk meraih simpatisan dan popularitas.

Merujuk pidato bungkarno " perjuangan ku sekarang tidak seberat perjuangan kalian karena yg aku hadapi hanya penjajah asing supaya terusir dari negara ini, perjuangan kalian sangatlah berat karena melawan saudara kalian sendiri, supaya peduli terhadap negara ini"

Saya berharap untuk saudaraku sebangsa dan setanah air  khususnya diri saya pribadi agar tidak menjadi sosok karakter penghisap sari tebu yg ketika ada " maunya" berbuat baik untuk sesama.  dan mengingatkan agar kita menjadi personal yg lebih waspada agar tak menjadi SEPAH , seperti pengungkapan istilah " habis manis,sepah dibuang".



Blora, 23 Mei 2016

Penulis
Dhanny R Wandi

Posting Komentar

0 Komentar