Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Perjuangan Suwandi Basyir, Anak Petani Blora Hingga Menjadi Artis dan Produser Film

Minggu, 12 Juni 2016 | 3:12 AM WIB | 0 Views Last Updated 2016-06-11T23:34:59Z
Sampul Film Tausiyah Cinta Karya Suwandi Basyir
Blora Updates - Berasal dari desa terpencil , Desa Sumber Agung Kecamatan Banjarejo dengan penghasilan orang tua sebagai Petani musiman di kota Blora, saya punya mimpi yaitu ingin menjadi artis supaya bisa mengangkat taraf hidup keluarga saya menjadi lebih baik, inilah yg akhirnya mengantarkan saya untuk merantau ke kota Jakarta, di awali dengan pekerjaan saya sebagai kuli panggul demi menyambung hidup dan ini lah jalan yang mengajarkan kepada saya untuk terus "kerja keras", pekerjaan seperti ini bagi saya sudah biasa karena di desa pun saya biasa menggembala sapu, mencari rumput,menanam jagung dan padi, kemudian memanggul hasil panen tersebut dan membawanya ke pasar untuk di jual.

Hanya berbekal ijasah SMA membuat saya minder dan melupakan mimpi saya, dan saya jalani hidup saya dgn bekerja dan bekerja, dengan tabungan seadanya alhamdulillah Allah ijinkan saya menimba ilmu di perguruan tinggi swasta,  aktivitas yang saya lakukan di pagi hari sampai sore yaitu  bekerja dan lanjut malam hari dengan kuliah,

Alhamdulillah perjuangan tdk berhenti karena setelah saya selesai kuliah niat hati ingin sekali membahagiakan orang tua  tetapi Takdir berkata lain, tempat kerja saya kebanjiran untuk kemudian tutup dan Allah memanggil Ibunda tercinta,

Peristiwa itulah yg mengantarkan saya HIJRAH dalam semua hal, dan mulailah hidup saya kembali tertata dan dengan pertolongan Allah saya dapat tawaran kerja kantoran, selain itu saya juga masih antusias ikut casting yg tak hanya mengantarkan saya menjadi artis, namun menjadi ketua komunitas film box office "ketika cinta bertasbih",

Terus berbaik sangka dengan Allah, terus kejar dan gapai mimpi kita dgn usaha dan doa, karena komunitas inilah yg mengantarkan saya mengenal lokasi shooting dan semua kesibukan disana, pernah saya ambil peran figuran sampai jam 03.00 pagi, inilah jawaban mimpi saya.

Sejak saat itu dunia film mjd aktifitas sabtu minggu bagi saya, di awali dgn produksi film pendek "masbukers", kemudian film indie "Hanya Kerudung Sampah, 

Meskipun saya bukan pemeran dlm film ini, namun saya banyak mengenal penulis dgn karya-karya baik yg menebar kebaikan lewat tulisan dan Alhamdulillah pada tahun 2016 saya dipercaya menjadi Produser Film Layar Lebar pertama kami di Bedasinema berjudul Tausiyah Cinta , film ini kita angkat dari satu puisi dari 9 penulis Buku non fiksi Tausiyah Cinta

Allah itu Maha Mungkin, oleh karena itu jangan pernah lelah wujudkan mimpi tersebut endagn ikhtiar dan doa. (BEM)
Suwandi Basyir

×
Berita Terbaru Update