About Me

header ads

Awal Goro-Goro oleh Ki Sigid Ariyanto, Mengajak 'Nyoblos' Warga Blora

Penyerahan Tokoh Wayang Parikesit oleh Panitia kepada Ki Sigid Ariyanto, tanda akan dimulai Pegelaran Wayang Kulit dalam rangka Sosialisasi Pemilihan Umum KPU Blora. [Doc. L17'UN]
[Blora Updates] BLORA – Dalang Sigid kembali membuat gebrakan/kreasi baru di dunia pewayangan. Sabtu (21/04) di alun–alun Blora kemarin buktinya. Dalam pentas tersebut berbeda dengan pakeliran pakem pada umumnya, ia mengubah sesi goro–goro di awal pagelaran, sebelum sesi limbukan.
Goro-goro yang ditandai keluarnya Punakawan yang hadir lebih awal, pukul 22.25, Sabtu (21/04). [Doc. L17'UN]
Hal tersebut menimbulkan pertanyaan penonton yang hadir menyaksikan pagelaran dalam rangka sosialisasi pemilihan umum (pemilu) oleh KPU Blora, karena pada pukul 22.25 sudah keluar keluarga Punakawan, yang biasanya keluarnya kisaran pukul 02.00 dini hari. Salah satu tujuannya tidak lain agar para penonton tidak merasa bosan. (– red.)
Gaya kreasinya tersebut, ternyata mampu menghipnotis penonton, buktinya mereka menyaksikan sampai paripurna pagelaran tersebut. Selain itu, tidak sedikit penonton juga ikut berjoget di sekeliling panggung, ketika anggota Punakawan bernyayi bersama keenam pesindhen.
Kurang lebih seratus menit sesi goro-goro, lalu dalang yang berasal dari pantai utara Rembang tersebut melanjutkan lakon yang ia bawakan yakni Parikesit Winisuda.
Di akhir lakon, para pengrawit/pengiring musik menabuh laras manyura, yang biasanya tabuhan tersebut pertanda selesainya pagelaran wayang kulit. Namun di sesi itu Ki Sigid Ariyanto bukan mengakhiri pagelaran, justru mengeluarkan tokoh wayang Cangik dan Limbuk untuk kembali menghibur dan mengajak joget para penonton tahap kedua setelah goro–goro.
Sebelum Cangik dan Limbuk dikeluarkan, para penonton hendak pulang karena mengira pagelaran tersebut telah usai. Mereka dibuat kaget ketika Dalang Sigid mengeluarkan Cangik dan mengurungkan niatnya untuk pulang, lalu melanjutkan untuk menyaksikan sampai paripurna.
Koor oleh keenam pesindhen, tanda sesi limbukan dimulai. [Doc. L17'UN]
Sesi limbukan yang diletakkan di belakangan tersebut dibuka dengan koor oleh keenam pesindhen dan berdiri sambil menari di samping kanan Dalang Sigid. Mereka menyanyikan lagu Gugur Gunung lalu disambung dengan lancaran Kuwi Opo Kuwi oleh tiga pesindhen muda nan cantik. Kemudian gendhing–gendhing tayub oleh pesindhen asli Blora yakni Eny Wulandari dan dilanjut lagu campursari Banyulangit karya Didi Kempot oleh Yossi Dian Pratiwi dan Sulis. Di sesi limbukan tersebut mampu mengusir rasa kantuk dan dapat mengundang penonton untuk berjoget, karena iringan musiknya yang apik dan tingkah laku yang lugu dari Limbuk serta guyonan khas dari bintang tamu yakni Jolang pelawak lokal dari Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang.
Dalam sesi tersebut, Limbuk dan Cangik mengajak warga Blora untuk mencoblos calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Tengah yang akan dilaksanakan pada Rabu Pon, 27 Juni 2018 dengan calon Ganjar Pranowo dengan Taj Yasin Maimoen (nomor urut 1) dan Sudirman Said dengan Ida Fauziah (nomor urut 2). “Arep milih sopo wae bebas, sing penting kegotongroyongan,” pesan Limbuk kepada penonton yang hadir.
Dari pesan yang disampaikan Dalang Sigid melalui tokoh Limbuk, sebagai warga negara yang bagus harus ikut serta dalam pemilu yakni dengan memilih/mencoblos calon yang dianggap baik dan mampu membuat progres/perubahan untuk Jawa Tengah (umumnya) dan Blora (khususnya). Karena pemilih yang berdaulat mampu membentuk negara yang kuat seperti tagline KPU pada malam itu.
Ki Sigid Ariyanto menacapkan wayang gunungan, tanda usainya acara pagelaran wayang kulit semalam suntuk, pukul 02.17 dini hari [Doc. L17'UN]
Selama kurang lebih satu jam, Limbuk dan Cangik menghibur penonton dan penggemar setia wayang kulit. Lalu dilanjutkan lakon kembali dan selesai pada pukul 02.17 dini hari yang ditandai dengan penancapan wayang gunungan oleh Ki Sigid Ariyanto dan suwukan dari pengiringnya. Suwukan itu sendiri merupakan tanda berakhirnya musik gamelan jawa.
Penulis bersama Ki Sigid Ariyanto. [Doc. L17'UN]

Kontributor

LAKNA 17 'UN

Posting Komentar

0 Komentar