Kapolres Salatiga, Yimmy Kurniawan sedang berdakwah dengan mengisi kultum di Masjid Suhada III, Perum Sehati, Sidorejo, Kota Salatiga. Sabtu, (02/06) tadi malam. [Doc. L17'UN]
SALATIGA – Sabtu, (02/06) tadi malam, Kapolres Salatiga, AKBP Yimmy Kurniawan, S.I.K, M.H, M.I.K didampingi dengan staffnya melaksanakan salat tarawih dan salat witir bersama warga Perum. Sehati, Sidorejo, Kota Salatiga di Masjid Suhada III.
Beberapa menit sebelum adzan berkumandang, Yimmy Kurniawan bersama rombongan datang dan sempat menyapa serta bersalaman dengan warga setempat. Tepat pukul 19.00 WIB, salat tarawih dimulai seperti hari–hari biasanya. Namun ada beberapa yang mengalami perubahan yakni kultum yang biasanya ditempatkan diantara salat tarwih san witir, kali ini ditempatkan diakhir setelah salat witir. Mereka tampak lebih khusyu’ dalam menjalankan salat sunah di bulan Ramadhan tersebut.
Sebelum berdakwah, Kapolres Salatiga mengikuti solat tarawih dan witir berjamaah bersama warga Perum. Sehati, Sidorejo, Salatiga. [Doc. L17'UN]
Selesainya salat tarawih dan salat witir bersama, Yimmy Kurniawan berdakwah dengan mengisi kultum. Dalam dakwahnya, ia mengaitkan pesan–pesan dakwah dengan tugas–tugas pokok polisi, yakni menjalin hablumminnas antara masyarakat dengan polisi.
Para jamaah tampak khusu’ dalam mengikuti kultum yang disampaikan Kapolres Salatiga tersebut, buktinya ketika ia kultum, jamaah tampak mendengarkan dengan seksama. Namun ada beberapa anak tampak bermain dan asik berbincang dengan sebelahnya. Meski beberapa kali sempat ditegur anggota takmir, namun beberapa anak tersebut masih tetap asik dengan temannya.
Pada kesempatan tersebut, Kapolres yang dilantik sejak Oktober 2017 lalu itu, melaporkan kinerja Polres Salatiga selama menjalankan tugas. Salah satunya polisi mampu menangkap pelaku pembobolan mesin ATM di depan Pom Bensin Soka, beberapa hari yang lalu.
Selain itu, ia juga bercerita tentang ketidakprofesionalan dalam penggunaan sosial media dan penyebaran media hoax. Beberapa bulan yang lalu, Polres Salatiga berhasil menumpas pelaku penyalahgunaan media, yakni seorang guru yang terprovokasi dan memberikan komentar kotor kepada polisi yang telah menilang seorang ibu. Padahal guru tersebut tidak tau pasti apa yang terjadi.
“Saya memohon pada jamaah dan warga Perum. Sehati, agar tidak ikut menyebarkan berita hoax, karena ada konsekuensi–konsekuensi dan undang–undang yang mengaturnya. Kalau dulu itu, mulutmu harimaumu. Tapi sekarang jarimulah, harimaumu,” ujar Yimmy dengan tegas, di atas mimbar.
Kapolres kelahiran Surabaya, Jawa Timur itu, juga berpesan kepada jamaah salat Isya’ dan tarawih, agar selalu mempertahankan empat pilar kebangsaan Republik Indonesia, yakni Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945.
Kapolres Salatiga foto bersama dengan jamaah Masjid Suhada III, setelah mengikuti kultum. [Doc. L17'UN]
Sebelumnya, Ketua Takmir Masjid, Eko Susilo memberikan sambutan dan rasa terima kasih atas kunjungan Kapolres Salatiga di masjid tersebut. Selama kurang lebih tiga puluh menit, Kapolres Salatiga mengisi kultum di Masjid Suhada III. Selelah itu, dilanjut foto bersama dengan jamaah yang hadir.


Reporter,

LAKNA 17 ‘UN