About Me

header ads

PONDOK PESANTREN AL ALIF HADIRKAN PENULIS SKENARIO LUBANG TIKUS

M. Haris Suhud dan wakasek Kesiswaan smk Al-alif menduduki kursi nara sumber yang sudah disiapkan Panitia
BLORAUPDATES.COM, Pondok Pesantren saat ini berbeda dengan pondok-pondok pesantren jaman dahulu, sekarang pondok pesantren sudah dikemas seperti sekolah biasa. Dan pelajarannya sama seperti sekolah-sekolah lainnya. Sama Halnya Pondok Pesantren Al-Alif, Pondok pesantren modern dengan kemasan masa kini, pondok pesantren dengan wajah sekolah, Al- Alif ini terdiri dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Sekolah Menengah Kejuruan  (SMK) yang berbazis tekhnologi.
Hari ini, Jumat,(21/09/2018) OSIS SMK Al-Alif sedang mengadakan kegiatan talk Show yang dipusatkan di ruang pertemuan Pondok Pesantren Al-Alif diruang 3 gedung utara. Seksi acara mengemas acara taks show dengan suasana santai, namun keseriusan anak didik MTs dan SMK yang mengikuti acara tersebut penuh dengan semangat.

Datangkan Penulis M Haris Suhud
Dalam acara talk Show tersebut seksi acara dari OSIS Mendatangkan M. Haris Suhud, seorang pemudah asal desa dringo yang sukses menjadi seorang penulis sekenario. Kini di Pondok Pesantren Al Alif, yang berdiri di Desa Tamanrejo, Kecamatan Tunjungan, Blora.Jumat, (21/9/2018) kegiatan talk show dan bedah film "Mengejar Impian dan Lubang Tikus", dengan mengundang sang penulis skenario, yaitu M Haris Suhud. Wakasek Kesiswaan di SMK tersebut, Sobirin mengungkapkan tujuan kegiatan tersebut, adalah untuk memfasilitasi siswa-siswinya yang memiliki bakat menulis. Ia sangat memperhatikan para siswanya, dan Ia tahu anak didiknya banyak yang menyukai dunia penulisan.

"Anak - anak kami sebenarnya banyak yang tertarik di dunia penulisan, baik untuk pribadi maupun untuk dipamerkan di mading sekolah, sengaja saya undang mas Haris Suhud, Dia dulunya anak pondok pesantren, sehingga anak - anak bisa terinspirasi olehnya," ungkapnya.
Tips –tips tentang penulisan skenario dengan lancar dibagi Haris Suhud untuk adek-adik sekolah yang mengikuti kegiatan tersebut. Dengan semangatnya haris Suhud memberikan trik-trik bagaimana menulis dan bisa diterima masyarakat luas.
"Penulis adalah kreator dari suatu cerita, penulis yang baik adalah penulis yang peka terhadap situasi dan kondisi lingkungan sekitar, kalau bisa karya tulisannya juga memberikan solusi, saya berterimakasih atas undangannya, ini yang pertama sekali saya diundang, yang saya penuhi, banyak yang mengundang saya untuk jadi pembicara termasuk diluar Jawa, tapi saya pilih di Blora saja," ungkapnya.

Film Lubang Tikus Masuk Nominasi
film televisi "Lubang Tikus" yang rame dibicarakan oleh masyarakat Blora, melalui medsos Blora Updates diwarnai pro dan kontra, bahkan hampir-hampir berujung ke tuntutan hukum, untung saja bisa diselesaikan dengan baik penuh kekeluargaan. Film Televisi yang mengambil syuting sepenuhnya di Blora, tepatnya di beberapa Desa, yaitu Desa Sempu, Desa Sonokidul dan Desa Bakah, di wilayah Kecamatan Kunduran, Blora ini, masuk nominasi penjurian. Kini film televisi yang pernah ditayangkan pada tanggal 26 Agustus 2018 lalu, dan diulang kembali di stasiun televisi yang sama itu, menjadi nominasi film terpuji dalam ajang festival Film Bandung 2018, untuk 3 kategori, yaitu Penulis Skenario, Pemeran Utama Pria, dan Sutradara, serta Nominasi Film Terpuji.
" Kemungkinan bulan depan (Oktober) penjuriannya, doakan ya.." ungkap Pemuda dringo itu
Saat ditemui langsung Monitor Ekonomi, turut hadir Arif Pathol, pemeran figuran warga Desa Sempu, yang berperan sebagai Sodri, anak buah Bagus Mangkunegoro pemilik jasa evakuasi kemacetan di lubang jalanan dalam cerita FTv " Lubang Tikus" yang mengaku juga mendapat tawaran main film lagi dari mantan "Boss" nya,
"Saya punya tanggungjawab kerjaan di Blora mas, jadi saya nggak bisa, kalo syutingnya di Blora..ok siap laksanakan" ungkapnya. 

Posting Komentar

0 Komentar