Gareng Semarang Gagal Manggung di Blora, Penonton Tetap Terhibur oleh 'Kejutan-Kejutan' Dalang Sigid


TAMPIL : Ki Sigid Ariyanto pentas di Halaman Kodim 0721 Blora dalam rangka HUT-TNI ke 73 dengan membawakan lakon 'Karno Tanding'. Sabtu (06/10) tadi malam. 
[LAKNA TULAS 'UN/BLORA UPDATES]
   Sudah kesekian kalinya Ki Sigid Ariyanto menghibur dan menghipnotis penonton Blora. Sabtu (06/10) tadi malam, dalam rangka Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (HUT-TNI) ke 73 ia kembali membuat kejutan para penonton. Meskipun sebagian dari penonton merasa kecewa, pasalnya Gareng Semarang tidak dapat hadir dalam pentas wayang kulit semalam suntuk itu.
   Penonton dari Kelurahan Bangkle, Supardi, 54, mengatakan sebenarnya sedikit kecewa, sebab Gareng Sumabagyo atau Gareng Semarang yang dia tunggu-tunggu ternyata tidak dapat hadir di pentas yang digelar di Halaman Kodim 0721 Blora itu.
"Saya dikasih tau anak saya, kalau wayangan di Kodim bintang tamunya Gareng Semarang. Katanya dia melihat dari Instagram, setelah sampai sini ternyata benar ada tulisan terpampang di spanduk dengan bintang tamu Gareng Semarang dan Jolang," imbuhnya.
   Kekecewaan juga dirasakan oleh penonton dari Kecamatan Jiken, Jumari, 64, ia mengungkapkan sedikit kekesalannya lantaran bintang tamu yang digadang-gadang ternyata tidak hadir seperti yang ia impikan.
"Jauh-jauh dari Jiken, sampai sini ternyata tidak Gareng Semarang tidak jadi datang. Tapi engga papa lah, di sini saya mau menikmati wayang dalang Sigid, karena sudah lama saya tidak nonton pentasnya," tambahnya.
  Ketua umum Cakraningrat Fans Club (CFC), Jan Noko, menjawab kekecewaan beberapa dari penonton yang hadir menyaksikan Dalang Sigid, ia mengatakan Gareng Semarang gagal menghibur warga Blora sebab ada acara di Bekasi.
"Malam ini, Gareng Semarang ikut Ki Manteb Sudarsono pentas di Bakasi," terang Jan Noko penggemar wayang kulit sekaligus Ketua Umum Cakraningrat Fans Club (CFC).
Ki Sigid Aryanto membenarkan semua apa yang dikatakan oleh Jan Noko. "Ohh... Malam ini Mas Gareng ada acara di Bekasi," ungkap Ki Sigid Ariyanto kepada LAKNA TULAS 'UN saat ditemui seusai menjalankan tugas sebagai dalang, Minggu (07/10) dini hari.
HIBUR : Eni Wulandari dan Jolang saat menghibur penonton pada sesi 'Goro-Goro' pukul 22.00 WIB yang seharusnya jam tersebut sesi 'Limbukan'.
[ISTIMEWA]
   Meski demikian, penampilan Ki Sigid Ariyanto bersama Jolang malam itu mampu mengobati kekecewaan penonton. Dalang Sigid membuat kaget para penonton, sebab pukul 22.30 WIB sesi goro-goro ditambah dengan banyolan khas dari Jolang dan penampilan sinden yang memukau dan mampu mengusir kekecewaan penonton yang hadir.
TERKEJUT : Sejumlah penonton terkejut lantaran Dalang Sigid kembali mengeluarkan tokoh Punakawan pertanda sesi 'Goro-Goro'. Dalam pentas semalam suntuk Dalang Sigid membawakan sesi tersebut sebanyak dua kali.
[LAKNA TULAS 'UN/BLORA UPDATES]
    Seusai goro-goro, dalang dari pesisir pantai utara Rembang tersebut melanjutkan sesi perang gagal. Setelah sesi tersebut, ia mengeluarkan tokoh Petruk pertanda sesi goro-goro. Hal tersebutlah yang membuat penonton kembali terkejut lantaran sesi goro-goro hadir untuk yang kedua kalinya selama pentas semalam suntuk.
    Penonton dari Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, Kang Age, mengungkapkan rasa terkejut kepada teman-teman Cakraningrat Fans Club (CFC) yang merupakan kelompok penggemar Cakraningrat yang dipimpin oleh Ki Sigid Ariyanto.
"Lohh... Kok goro-goro lagi. Kalau Ki Sigid setelah menampilkan goro-goro di awal, biasanya Limbukan ditampilkan belakangan lohh. Ini kok goro-goro lagi," kata Kang Age yang juga salah satu fotografer profesional dari Blora.
   Hal serupa juga diungkapkan oleh Jumari, 64, salah satu penonton dari Jiken yang kecewa karena Gareng Semarang tidak jadi hadir. Ia mengungkapkan kejutan-kejutan yang diberikan oleh Dalang Sigid, timnya dan banyolan khas dari Jolang mampu membayar rasa kekecewaan yang telah dirasa.
"Kekecewaan saya terbayar dengan kejutan Dalang Sigid, jam setengah sebelas kok sudah goro-goro. Setelah itu perang, habis perang kok goro-goro lagi. Apalagi ditambah dengan guyonan Jolang yang mampu mengocok perut, saya ketawa sampai nangis-nangis," pungkas Jumari, 64.
Reporter bersama Ki Sigid Ariyanto. 
[Dok. L 17 'UN]


Reporter,

LAKNA 17 'UN

Posting Komentar

0 Komentar