About Me

header ads

Kolaborasi 'Tiga Kesenian', Memeriahkan Peresmian Koplakan

BERAKSI : Sesi Goro-Goro pukul 00:00 dini hari, Ki Nuryanto sedang menjalankan tugasnya sebagai dalang dalam rangka peresmian Pujasera Koplakan, Blora, Jawa Tengah. Selasa (01/10/2019).
 [LAKNA TULAS 'UN/BLORA UPDATES]

KOTA -
Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) Koplakan Blora telah diresmikan oleh Bupati Blora, Joko Nugroho, Senin (30/9) tadi malam. Peresmian tersebut dengan mengadakan pentas pagelaran wayang kulit semalam suntuk oleh dalang Ki Nuryanto.
Dengan membawakan lakon 'Anoman Kridha', dalang yang berasal dari Pangkat, Desa Purwosari tersebut mampu menarik perhatian warga Blora untuk menyaksikan peresmian pusat kuliner yang terletak tidak jauh dari alun-alun Blora tersebut. Tidak hanya dari kawasan Blora saja, penonton dari Bogorejo pun turut hadir menyaksikan pentas kolaborasi tiga kesenian tersebut.
Sudarmaji, 59, salah satu penonton dari Bogorejo, mengaku baru pertama kali ini menyaksikan pagelaran kolaborasi wayang kulit, wayang orang dan tayub Blora yang dikemas dalam satu pentas seni. Ia mendapatkan informasi tersebut dari anaknya yang masih duduk di bangku salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) yang terdapat di Blora. Kala itu anaknya sepulang sekolah melihat spanduk yang terpampang di alun-alun, lalu ia menceritakan kepada ayahnya ketika sampai di rumah.
"Setelah dikasih tau anakku, awalnya sihh saya kurang percaya, apa benar tiga kesenian kok dipentaskan dalam satu lakon di waktu yang bersamaan," ujarnya penasaran.
Untuk menjawab rasa penasarannya, ia bersama istrinya menyaksikan kolaborasi tersebut. "Padahal istriku besok bangun pagi, karena harus kulakan sayuran di pasar," imbuh Sudar, sapaan akrabnya.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Karmijan, 53, karena penasaran ia diajak kakak sepupunya menonton wayang kulit di Koplakan. "Saya diajak nonton Kang Sarmin (kakak sepupu ,-red). Awalnya sih kurang tertarik, tapi setelah dikasih tau ada tayubnya terus ada bintang tamunya Jolang, akhirnya saya ikut kakangku nonton," tandasnya.
RAMAI : Penonton membanjiri sepanjang jalan Mr. Iskandar sehingga berubah menjadi lautan manusia seketika. Senin (30/09/2019).
[ISTIMEWA]

Kolaborasi antara Ki Nuryanto, wayang orang dan tayub mampu menarik perhatian penonton yang hadir. Pasalnya setelah sesi limbukan yang seharusnya Ki Nuryanto memainkan wayang kulitnya, namun pada sesi perang gagal tersebut, Anoman perang melawan musuhnya diganti dengan pemeran orang yang menari diatas gedung kemudian meluncur ke panggung dengan bantuan seutas tali.
"Penampilan Anoman mulai dari menari dari atas genting, kemudian meloncat ke panggung, sangat keren," kata Rizal, salah satu penonton yang tergolong masih muda.
Perlu diketahui, untuk memperlancar kolaborasi dari ketiga kesenian tersebut. Sebelum pagelaran semalam suntuk dimulai, para pemain beserta penabuh gamelan melakukan latihan terakhir di lokasi pagelaran dilaksanakan.
"Untuk keperluan gladi bersih, Pak Dalang menyuruh saya, teman-teman panjak (penabuh gamelan, -red) dan pemain wayang orang, berangkat setelah salat 'Asar," terang Gendut kepada BLORA UPDATES saat ditemui di rumahnya, (Jepon, -red).
Dengan hadirnya bupati Blora dan Jolang sebagai bintang tamu serta penampilan beberapa penari tayub asli Blora pada sesi limbukan, menambah semaraknya malam peresmian Pujasera Koplakan. Banyak diantara penonton yang tertawa lepas atas banyolan khas dari pelawak yang beasal dari daerah Sulang, Rembang. 
KECEWA : Sesi Goro-Goro tanpa hadirnya Jolang sebagai bintang tamu, sebagian dari penonton tampak kecewa. Selasa (01/30/2019) dini hari.
[LAKNA TULAS 'UN/BLORA UPDATES]

Namun beberapa dari penonton merasa kecewa, sebab Jolang hanya bisa tampil pada sesi limbukan saja. "
Sayang sekali, Jolang kok ilang pas sesi Goro-Goro. Padahal cucu saya sudah menunggu dia (Jolang ,-red) ngelawak," pungkas Man, salah satu penggemar dari Kelurahan Ketangar.
Setelah ditelusuri, dalam waktu satu malam, Budi Jolang menerima dua jadwal pentas sekaligus. Sehingga pada saat sesi Limbukan usai, ia pulang dan langsung ke Batangan, Rembang.
"Sebelum naik panggung, Jolang ngobrol sama saya. Dia bilang habis Limbukan, langsung nusul Pak Dalang Sigid (Rembang ,-red) pentas di Batangan, makanya dia langsung pulang," terang Age, yang merupakan teman dekat Jolang. [LAKNA 17 'UN]




Posting Komentar

0 Komentar