About Me

header ads

Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) Jawa Tengah Dipusatkan di Salatiga


KOMUNIKASI DUA ARAH : Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ketika memberikan sambutan dan bertanya jawab dengan beberapa siswa Sekolah Dasar (SD) dalam acara Hari Pangan Sedunia (HPS) yang bertempat di Kampus III, IAIN Salatiga. Jumat (25/10) lalu.
[LAKNA TULAS 'UN/BLORA UPDATES]
SALATIGA - Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 39 diperingati setiap tanggal 25 Oktober. Kali ini peringatan hari tersebut ditempatkan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga tepatnya berada di halaman Gedung Hasyim As'ari kampus III. Acara tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.
Acara yang diadakan selama tiga hari berturut-turut tersebut dibuka oleh gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pada hari Jumat (25/10) lalu. Seusai membuka acara ia memberikan sambutan. Dalam sambutannya, gubernur kelahiran Karanganyar tersebut mengatakan bahwa sekarang sudah saatnya mencari bahan pokok yang banyak didapatkan di sekitar kita sendiri. "Untuk diolah menjadi makanan, bahan pokok di sekitar kita itu banyak sekali, misalnya ubi kayu, ubi jalar, talas, perot, kentang dan masih banyak lagi," imbuh gubernur yang berusia 51 tersebut.
TANYA : Ganjar Pranowo ketika bertanya mengenai nama-nama bahan makanan kepada siswa Sekolah Dasar (SD). Jumat (25/10) lalu.
[ISTIMEWA]
Selain itu ketika Ganjar Pranowo masih di atas panggung, gubernur bertubuh tinggi itu memanggil sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) untuk ia berikan beberapa pertanyaan seputar nama-nama bahan makanan alternatif. Mereka sangat berantusias dalam menjawab dengan polos semua pertanyaan dari gubernur Jawa Tengah tersebut.
Salah satu dosen di IAIN Salatiga, Avin Wimar Budyastomo sangat menyayangkan berapa siswa yang tidak bisa menjawab ketika Ganjar Pranowo memberikan pertanyaan. Ada seorang di antara lima siswa SD yang tidak tau nama bahan makanan pokok yang ditunjukkan kepadanya. "Perot namanya. Mungkin karena jaman sudah berubah kali ya, bahan makanan itu sudah langka, jadi anak itu engga tau. Kalau langka kan kasihan anak cucu kita, mereka jadi engga tau yang namnya perot," tandasnya heran sambil mengangkat kedua pundaknya.
Seusai memberikan pertanyaan kepada lima siswa Sekolah Dasar (SD) tersebut, gubernur yang berusia 51 tahun tersebut memberikan hadiah berupa tabungan dari salah satu bank yang ada di Jawa Tengah. Setelahnya ia membuka acara secara simbolik dengan cara memukul gong.
KELILING : Seusai membuka acara Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 39, Ganjar Pranowo berputar mengelilingi stand dan bazzar yang ada di halaman Gedung Hasyim As'ari, IAIN Salatiga. Jumat (25/10) lalu.
[ISTIMEWA]
Peringatan setahun sekali tersebut mampu menarik perhatian pengusaha dari berbagai kalangan. Sebanyak ratusan stand dari berbagai daerah membuka lapak, memamerkan hasil karyanya turut serta meramaikan pameran peringtan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2019 tingkat Jawa Tengah yang digelar di kampus III IAIN Salatiga. Stand tersebut memamerkan berbagai hasil olahan dan inovasi pangan dari sejumlah daerah di Jawa Tengah.
Pada hari kedua peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) tersebut, ratusan stand masih Ramai dikunjungi dan mampu menarik perhatian masyarakat umum. Uswatun Khasannah, 22, salah satunya. Ia tertarik untuk melihat stand-stand yang terletak di halaman gedung tersebut. Dari berbagai stand dan bazzar yang ada, gadis kelahiran Palembang tersebut tertarik dengan sebuah stand Yang mengangkat tema pohon singkong sebagai ikon pangan. "Kita semua taulah, singkong tidak hanya diolah seperti gethuk gethuk, utri dan keripik. Tapi ada juga olahan yang kekinian untuk roti keju dan lainnya," terangnya dengan logat khas Sumatra.
Cinta (sapaan akrabnya) menambahkan, tidak hanya menyenangkan karena kandungan karbohidratnya. Namun tumbuhan bernama latin Manihot esculenta itu juga memiliki cita rasa yang khas apabila diolah menjadi singkong keju, tiramisu, coklat dan masih banyak lagi yang dapat mengalahkan jajanan luar negeri. "Pokoknya mari lestarikan singkong until diolah menjadi kudapan unggul Indonesia," ajaknya.

Kemudian pada hari Minggu (27/11) sekaligus hari terakhir peringatan, masih banyak juga warga sekitar yang mengunjungi stand tersebut. Banyak diantara pengunjung yang memberi tanggapan positif atas digelarnya acara tahunan itu. Mereka juga berharap peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) yang akan datang digelar di Kota Salatiga lagi. "Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar. Saya tidak berani berkomentar banyak, karena saya hanya bisa hadir menyaksikan di awal ketika pembukaan saja. Pas Pak Ganjar memberi sambutan di atas panggung, saya keliling melihat-lihat stand sama teman-teman dosen lainnya. Mereka semua juga senang dan memberikan komentar positif. Sebagian bilang acara hari pangan tahun ini sangat meriah dan menarik," pungkas Maryatin, salah satu dosen di IAIN Salatiga ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler. [LAKNA 17 'UN]


Posting Komentar

0 Komentar