Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dugaan Pungli Garap Lahan Hutan Di Blora Menyeruak, Begini Kronologinya

Selasa, 21 Desember 2021 | 12:38 PM WIB | 0 Views Last Updated 2021-12-21T05:38:12Z


Blora, Adanya pengaduan ke Polres Blora (27/11), terkait dugaan pungutan liar (Pungli) lahan perhutani di Desa Gabusan antara ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Sariman Jaya dan anggotanya, sebenarnya sudah pernah di mediasi oleh Aparat Penegak Hukum (APH). Dalam hal ini adalah Polsek Jati, tepatnya pada bulan April 2021.

Kapolsek Jati, AKP Eko Adi Pramono menceritakan, bahwa dulu memang ada dari pihak pelapor hendak mempermasalahkannya, Namun sudah dimediasi dan sempat ada kesepakatan bersama, Kamis (2/12/2021)

"Masalah tersebut sudah pernah kami mediasi dengan duduk bersama. Akhirnya mereka sepakat untuk mengeluarkan biaya pengukuran tanah dengan melibatkan pihak ke tiga," Terang Eko

Permasalahan ini sudah dianggap selesai, sebab sudah ada kesepakatan antara mereka saat itu. intinya tidak ada yang dirugikan. Sekarang tau-tau muncul 'gorengan' terkait masalah ini.

"Mereka memiliki pendamping dan konsultasi secara internal. Karena menggunakan tenaga dan alat yang dimiliki oleh pihak ketiga, akhirnya dibuatlah kesepakatan di internal kelompok tani ini, bahwa ada biaya," tambahnya. 

Akhirnya anggota kelompok tani ini sepakat untuk mengeluarkan biaya guna mengetahui batasan-batasan tanah yang akan di garapnya. Karena nantinya akan menyangkut masalah 'Hak' dan 'Kewajiban'.

"Masalah 'Hak' itu sendiri menyangkut bantuan pupuk. "Kalau lahannya luas berarti bantuan pupuknya lebih banyak," terang Kapolsek Jati.

Berkaitan dengan 'Kewajiban', antara lain menyangkut Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). "Tentunya lahan luas akan beda besaran pajaknya dengan lahan yang lebih kecil," Pungkasnya

Kronologi Kasus Dugaan Pungli Pengharapan Lahan Perhutani

Kasus dugaan pungli menghangat kembali ketika 

ada warga yang mengadu ke Polres Blora terkait dugaan pungutan liar (pungli) penggarapan lahan di tanah perhutanan di Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Kronologis kasus tersebut bermula sekitar bulan Agustus 2021, dimana Munaji bersama rekan rekannya mendatangi sekitar 25 warga Desa Gabusan yang menggarap lahan Perhutani di wilayah Desa Gabusan kecamatan Jati Kabupaten Blora. 

Pelapor Jumiati (41) dimintai Terlapor dengan nominal bervariasi mulai dari 100 ribu hingga 2 juta, sesuai dengan luas lahan yang digarap

×
Berita Terbaru Update