Rapat Paripurna DPRD Blora, Bupati Laporkan Rapot Kinerja Tahun 2021

Rapat Paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggung-Jawaban

Blora - Dalam rangka penyampaian Laporan Keterangan Pertanggung-Jawaban (LKPJ) Bupati akhir tahun 2021, DPRD Kabupaten Blora gelar rapat paripurna. Orang nomor satu dan dua di Bumi Samin ini memaparkan hasil kinerja ditahun pertama menjabat, Kamis (31/03/2022). 

Dalam sambutannya, Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan bahwa pendapatan daerah target 2.1 trilyun, dan berhasil terealisasi 2,2 trilyun atau sebesar 103 %.

"Pendapatan daerah tersebut terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) senilai 328 miliar atau 125% dari target. Pendapatan transfer terealisasi 1,8 trilyun atau 100 % dari target. Dan lain-lain pendapatan daerah yang sah terealisasi 86 miliar atau 106 % dari target," terangnya. 

Arief Rohman juga menyampaikan bahwa belanja daerah belum mencapai 100 %, dan hanya menyentuh 93%. Dengan catatan target 2,2 trilyun dan realisasi 2,1 trilyun. 

"Belanja daerah terdiri dari belanja operasi dengan realisasi 1,8 trilyun atau setara 94% dari target. Kemudian belanja modal terealisasi 298 miliar atau  93%, belanja tak terduga terealisasi 2, 6 miliar atau hanya 22%. Lalu belanja transfer terealisasi 6,3 miliar atau 99%," jelasnya

Selanjutnya, Gus Arief sapaan akrabnya juga memaparkan pembiayaan daerah dan sisa lebih perhitungan anggaran (SILPA), dimana realisasi sebesar 112 miliar atau setara 99,99 %.

"Rinciannya penerimaan pembiayaan realisasi 112 miliar, Pengeluaran pembiayaan nol, dan SILPA 225 miliar," ucapnya. 

Sementara itu, pemaparan dilakukan oleh Wakil Bupati  Blora, Tri Yuli Setyawati terkait capaian indikator kinerja daerah yang berhasil memenuhi target. 

"Untuk realisasi yang sudah tercapai yakni Inflasi 1,59%, Indeks pembangunan manusia 69,37, rata-rata lama sekolah 7 tahun, Usia harapan hidup 74,5 tahun. Kemudian pengeluaran riil perkapita 9,6 juta perbulan, dan angka kelulusan tingkat SD dan SMP terealisasi 100 %," jelasnya. 

Lapuran Pembiayaan Daerah dan Silpa

Mbak Etik sapaan akrab Wakil Bupati Blora menambahkan, ada pula beberapa elemen yang belum tercapai sesuai target. Antara lain angka kemiskinan naik, dimana target 9-10% , namun realisasi malah menjadi 12,39%. 

"Tingkat pengangguran terbuka dari target 3,4% malah menjadi 3,81%. Kemudian persentase gizi buruk dari target 0,09 malah terealisasi 0,15%. Selanjutnya Persentase jalan kondisi baik dimana target 65%, realisasi hanya menyentuh angka 40,36%. Sedangkan nilai ekspor produk daerah Blora target 2,9 juta US Dollar, namun realisasi hanya mampu 2,6 juta US Dollar," paparnya. 

Acara yang digelar pukul 15:00- 17:30 WIB di Gedung wakil rakyat tersebut, dipimpin oleh Ketua DPRD Blora, dan dihadiri hampir 75% Anggota DPRD, Polisi, TNI, dan Tokoh Masyarakat.(Yoyok/Abu Sahid)

Posting Komentar

0 Komentar