May Day di Blora, Ketua DPRD: Buruh Bukan Sekadar Pekerja, tapi Denyut Nadi Ekonomi


BLORA – Peringatan Hari Buruh Internasional di Kabupaten Blora berlangsung dengan semarak pada Jumat (1/5). Di tengah gelombang aspirasi para pekerja, Ketua DPRD Blora, Mustopa, tampil menegaskan posisi strategis buruh sebagai fondasi utama perekonomian daerah. 


Ia menilai, kontribusi buruh melampaui angka-angka produksi, menyentuh seluruh sendi kehidupan, mulai dari lantai pabrik, lahan pertanian, hingga sektor pelayanan publik.


"Roda ekonomi tidak akan berputar tanpa kerja keras mereka. Inilah saatnya kita tidak hanya memberi apresiasi seremonial, tetapi juga kebijakan nyata yang berpihak pada kesejahteraan pekerja," tegas Mustopa di hadapan ratusan peserta peringatan yang memadati alun-alun kota.


Dalam pidatonya, Mustopa menyoroti tiga pilar utama yang harus diperkuat: perlindungan hak, keharmonisan hubungan industrial, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Ia mengingatkan bahwa konflik antara pekerja dan pengusaha sering kali berakar pada minimnya komunikasi. Karena itu, ia mengajak kedua belah pihak membangun jembatan dialog yang saling menguntungkan.


"Pengusaha dan buruh adalah dua sisi mata uang yang sama. Jika satu retak, keduanya kehilangan nilai," ujarnya dengan metafora yang mengundang anggukan para peserta.


Tak hanya berhenti pada wacana, Mustopa secara khusus mendorong Pemerintah Kabupaten Blora untuk mengalokasikan anggaran pelatihan vokasi yang lebih besar. Menurutnya, kemajuan teknologi adalah keniscayaan, dan buruh harus disiapkan agar tidak tergerus, melainkan justru menjadi penggerak utama di era digital.


"Kami tidak ingin buruh Blora hanya menjadi penonton di negerinya sendiri. Bekali mereka dengan keterampilan baru, maka mereka akan menjadi pahlawan di medan persaingan global," tambahnya.


Mengakhiri sambutannya, Mustopa mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momen May Day sebagai refleksi kolektif. Ia berharap komitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang adil, aman, dan manusiawi tidak padam setelah peringatan usai.


"Mari kita wujudkan Blora yang tidak hanya makmur, tetapi juga bermartabat bagi setiap pekerja. Sebab, kesejahteraan buruh adalah cerminan kemajuan kita bersama," pungkasnya.

Posting Komentar

0 Komentar