Blora updates
Foto dari kaos khas blora brand Blora Updates
Berpendidikan rendah bukan berarti minder atau membatasi kemampuam berkarya dan bekerja. Jika di daerah sulit lapangan kerja, mau bertani tak memiliki lahan, mau berwiraswasta terkendala modal, wawasan dan pengalaman, maka merantau adalah solusi. Semboyan makan tidak makan asal kumpul serta hujan emas di negeri orang lebih baik hujan batu di negeri sendiri kayanya slogan ini sudah mulai terkikis jaman.

"5 tahun lebih saya meninggalkan kampung halaman bekerja sebagai Perawat Lansia. Melalui jasa penyalur tenaga kerja resmi mencoba peruntungan merantau di Luar Negeri tepatnya Taiwan ", Tulis ibu dua anak asal Desa Klopodhuwur kec Banjarejo yang berinisial TT ini melalui BBM ke redaksi.

" Meskipun lulusan SMP saya optimis dan bermental kuat. Kuncinya kerja keras, banyak belajar, ikhlas dan sabar berada di negeri orang. Bayangkan ! Saya harus dituntut merawat lansia dan menggunakan beragam alat kesehatan yang semuanya menggunakan bahasa Taiwan. Sedikitpun tak ada bahasa Indonesia nya. Modal berada dipelatihan sebatas dasar saja. Namun kerja keras saya di perantauan dan kondisi lingkungan serta masyarakat yang baik membuat beban awal saya berada disini sedikit menjadi lebih mudah. Kalau susah terus ga mungkin sampai 5 tahun lebih saya bertahan disini", TT sambil bercanda memberikan informasi.

Ditanya mengenai aktifitas harian disana, TT yang rutin berdonasi di Blora Updates Peduli ini bercerita, "Pagi bangun jam 5 pagi waktu Taiwan kemudian sholat subuh. Membuat sarapan pasien, lalu menyapu, ngepel, dan bersihkan kamar mandi. Pasien bangun kita ajak olah raga di atas ranjang. Bersihkan badan lalu ganti pakaian Pasien. Bila pasien sakit ganti popok penampung urine,  cek gula darah, dan beri obat sesuai penyakit yang diderita pasien. Cuci tangan dan kaki Pasien dengan alkohol. Melayani Sarapan. Kalau semua sudah selesai, si Pasien biasanya nonton TV dan saya bisa istirahat sambil buka Facebook Blora Updates", Wanita yang sebentar lagi berencana mudik ini menambahkan.

" Kalau jadwal periksa Dokter ya pergi ke rumah sakit. Kalau jadwal terapi ya pergi ke tempat terapi. Kalau tidak ada ya tiduran nunggu jadwal makan siang. Pokoknya anggap kaya orang tua sendiri aja, ya melayani makan, mandi, bahkan dikondisi sakit kita juga jadi perawat bak di Rumah Sakit.

Perbedaan mencolok di Indonesia dan Taiwan yaitu perawatan medis baik obat dan medichal check up wajib hukumnya tiap hari. Sehari bisa dua sampai tiga kali sembari membantu olah raga", terang TT yang bercerita perbulan menerima bayaran antara Rp 7 hingga Rp 9 Juta.

"Jujur, dengar dengar cerita katanya kerja perawat seperti ini. Cuma bedanya dia tidak urus seharian. Berarti saya untung bisa bekerja sembari mendalami kerjaan bak perawat, belajar gratis dan dibayar. Boleh ditest nama dan penggunaan alatnya lho... hehheee ", tulis TT dengan bercanda.
Blora updates
Foto kiriman TT TKI Blora di Taiwan

Blora updates
Foto kiriman TT TKI Blora di Taiwan

Blora updates
Foto kiriman TT TKI Blora di Taiwan

"Tuk saudaraku Blora yang penting kerja itu ikhlas dan semangat. Selama halal jalankan saja. kalau di Taiwan itu aturan kerja dan perlindungan TKI bagus. Ada hari libur dan lembur. Sama seperti di Korea selatan, Jepang dan Hongkong. Tidak seperti Malaysia dan Timur tengah yang sering banyak kasus TKI yang miris mendengarnya. Pokoknya kalau mau jadi TKI pilih negara yang bagus ya dan cek kualitas perusahaan penyalur tenaga kerja",
Pesan TT mengakhiri percakapan. ( koh wan )