Blora Updates
Moh. Arwani thomafi memberikan materi kepada anak-anak sekolah murid Madrasah Tsanawiyah NU Kedungwaru Kec Kunduruan Kab. Blora Jawa Tengah (Foto: Istimewa)
BLORA Updates - Beragam persoalan di bidang politik, ekonomi, hukum, sosial dan budaya
seolah tidak pernah berhenti menerpa bangsa ini. Jika kondisi tersebut tidak segera dicarikan solusinya, lambat laun akan mengikis persatuan
nasional. Dan yang tidak kalah memprihatinkan, konflik horizontal dapat berujung pada tragedi kemanusiaan.

Ungkapan  keprihatinan tersebut disampaikan oleh Moh Arwani  dalam sosialisasi empat pilar  Anggota MPR Didaerah Pemilihan bersama dengan pengurus tokoh masyarakat guru dan murid Madrasah Tsanawiyah NU Kedungwaru Kec Kunduruan Kab Blora Jawa Tengah Minggu 19 November 2016

“Peristiwa terakhir yang membuat kita semua sangat prihatin adalah tragedi pelemparan bom molotov di depan Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur, beberapa waktu yang lalu. Kenyataan ini mungkin cukup dijadikan pijakan untuk merefleksikan kembali urgensi empat pilar kebangsaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila, UUD 1945 terangnya.

Lebih lanjut dihadapan ratusan siswa dan guru MTS NU setempat Arwani mengatakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika adalah khazanah tak ternilai warisan para pendiri bangsa. Sebuah formula yang sudah teruji dan terbukti ampuh mewadahi segenap kepentingan, visi, misi, serta cita-cita luhur di balik.

proklamasi kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945 Sejak disepakati sebagai dasar negara sebagaimana diamanahkan oleh UUD 1945, semua komponen bangsa harus menginsyafi bahwa Pancasila merupakan ideologi bangsa. Pancasila merupakan konsep yang mengandung gagasan, cita-cita, nilai dasar yang bulat, utuh, dan mendasar mengenai eksistensi dan hubungan manusia dengan lingkungannya, sehingga dapat dipergunakan sebagai landasan dalam hidup.

Empat pilar kebangsaan sebagai pedoman hidup dan pemersatu sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Karena itu, penting bagi kita semua untuk menanamkan pemahaman kebangsaan
yang tepat kepada masyarakat. Dalam konteks kehidupan berbangsa,
pemahaman tentang dasar dan asas-asas negara adalah sebuah keniscayaan yang harus senantiasa tertanam dalam jiwa kita “tandasnya .

Dengan demikian Imbuh Arwani , pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan diharapkan
dapat meningkatkan nilai-nilai kebangsaan sehingga dapat memperkuat kesatuan dan kerukunan antar suku dan bangsa. Sebagai bangsa yang terdiri dari berbagai suku, ras dan budaya, kita harus senantiasa menjaga kesatuan dan keutuhan bangsa kita, jangan sampai negara ini terpecah belah yang dipicu tindakan provokatif dan upaya adu domba.

Selain itu, sangat penting bagi kita mengimplementasikan pemahaman kegamaan yang toleran dan moderat. Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, kita harus senantiasa menghormati perbedaan pendapat, perbedaan aliran dan perbedaan agama. Perlu diingat, agama merupakan komponen penting bagi setiap individu, tapi agama berpotensi disulut. Karena itu, setiap perbedaan harus disikapi dengan arif dan bijaksana.

Terakhir, saya mengajaka kepada seluruh masyarakat agar senantiasa mecintai Tanah Air dengan memupuk kebersamaan dalam kebhinnekaan, melestarikan kehidupan yang harmonis, serta menghargai setiap perbedaan. Yang tidak kalah penting adalah menjadikan Empat Pilar Kebangsaan sebaga pedoman dan landasan filosofis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga NKRI senantiasa berdiri tegak.