![]() |
| Sendang Senjoyo yang menyimpan banyak potensi, terletak di antara Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang. [Doc. L17'UN] |
SALATIGA – Kota Salatiga memang terkenal dengan keindahan objek wisata alamnya. Sendang Senjoyo salah satunya, orang sekitar sering menyebut tempat wisata yang terletak di Desa Gendongan, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga tersebut. Destinasi wisata alam ini menyimpan banyak sekali potensi yang mampu menarik perhatian para wisatawan, baik dari dalam kota maupun luar kota.
![]() |
| Pengunjung sedang berenang dan menikmati kejernihan air Sendang Senjoyo dari tujuh sumber mata air. [ISTIMEWA] |
Hanya dengan dua ribu rupiah saja, pengunjung dapat menikmati keindahan mata air sendang tersebut dengan berfoto, berenang, menikmati kejernihan air atau hanya sekedar mencari keheningan dan menikmati kesejukan yang disuguhkan dari objek wisata tersebut. Sebab Sendang Senjoyo terkenal dengan udara yang sejuk dan jauh dari hingar bingar kehidupan perkotaan.
Sebenarnya, letak secara administratif sendang yang memiliki tujuh mata air ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Semarang. Namun lokasi geografisnya dekat dengan Kota Salatiga. Sehingga tidak sedikit orang menyebutkan bahwa Sendang Sendang Senjoyo ini terletak di Salatiga. Hal itulah yang menjadikan warga sekitar memanfaatkan sendang tersebut untuk mencuci pakaian, motor ataupun barang kotor lainnya.
![]() |
| Warga setempat, sedang mencari pundi-pundi rupiah di kawasan Sendang Senjoyo. [Doc. L17'UN] |
Selain itu, tempat wisata yang buka 24 jam tersebut juga mampu memberikan rejeki warga sekitar, dengan memanfaatkannya untuk berjualan berbagai macam makanan, maupun peralatan yang diperlukan wisatawan saat berkunjung di Sendang Senjoyo tersebut. Segala jenis barang yang diperjual–belikan di sana selalu laris manis dibeli oleh pengunjung yang datang.
![]() |
| Bakwan Jembak, makanan khas Salatiga yang dijual dan menjadi jajanan khas di Sendang Senjoyo. [ISTIMEWA] |
Makanan yang dijual dan menjadi jajanan khas tempat wisata tersebut, yakni bakwan jembak. Sejenis gorengan yang terbuat dari daun jembak/selada air, yang amat cocok disantap saat cuaca sejuk dan dinikmati ketika masih hangat, dengan lalapan cabai rawit menambah makin nikmatnya gorengan yang dijual dengan harga lima ratus rupiah per potong tersebut.
Keindahan pemandangan yang mempesona dan kesejukan udara Sendang Senjoyo, dapat menjadi daya tarik tersendiri oleh orang terkenal dan ahli dalam bidang tertentu, yakni fotografer dan penyanyi serta pencipta lagu campursari, yakni Todung Gulthom dan Didi Kempot.
![]() |
| Reporter besama Todung Gulthom (fotografer dan dosen Fotografi Jurnalistik) saat kuliah praktek ke lapangan dan mencari bahan untuk diberitakan di Sendang Senjoyo. Selasa, (15/05) lalu. [Doc. L17'UN] |
Seorang fotografer yang juga dosen di salah satu perguruan tinggi negeri di Salatiga, menjadikan tempat wisata ini untuk praktek fotografi bersama mahasiswanya. Tujuan Todung Gultom tidak lain adalah agar mahasiswa yang diajarnya mampu menulis berita dengan dibumbui keindahan foto yang mendukungnya.
“Senjoyo punya banyak potensi yang perlu diwartakan. Biar mahasiswa saya yang mewartakan potensi itu,” terang Todung Gulthom.
![]() |
| Reporter besama Didi Kempot, penyanyi dan pencipta lagu campursari yang tertarik untuk menciptakan lagu tentang Sendang Senjoyo. [Doc. L17'UN] |
Tidak hanya seorang fotografer saja, potensi yang dimiliki Sendang Senjoyo ini juga mampu menyita perhatian Sang Maestro Didi Kempot, seorang penyanyi dan pencipta lagu campursari. Ia menulisnya menjadi sebuah lagu campursari berjudul Pos Tingkir. Lagu tersebut menceritakan seputar kenangan seorang gadis di Salatiga, salah satunya di sendang tersebut. Dalam liriknya meminta mata air di Sendang Senjoyo untuk menentramkan hatinya yang sedang gundah gulana karena ditinggal kekasihnya.
![]() |
| Para pengunjung tampak sedang menikmati keindahan Sendang Senjoyo dan menikmati suara aliran air yang menenangkan jiwa dan pikiran. [Doc. L17'UN] |
“Banyu Sendang Senjoyo… Tulungono, aku wong sing nandang loro… Ademno atiku… Tentremno uripku… Sing kapusan, nandang lara, ati tatu…” penggalan lirik lagu Pos Tingkir karya Didi Kempot.
Dari lirik tersebut, Sendang Senjoyo merupakan tempat wisata yang berpotensi untuk menenangkan jiwa dan pikiran. Pada hari–hari tertentu, seperti liburan sekolah tempat wisata ini sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan. Tidak hanya itu, menjelang bulan Ramadhan, tidak sedikit orang yang mengikuti padusan di tempat tersebut. Padusan itu sendiri merupakan sarana menyucikan diri untuk menyambut bulan Ramadhan dengan cara mandi besar.
Reporter,
LAKNA 17 ‘UN






