Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ki Gondori (Tokoh Blora), sosok Walisongo di Masa Kini... (Seri-3)

Jumat, 12 Januari 2018 | 8:54 PM WIB | 0 Views Last Updated 2018-01-18T15:54:41Z


Blora Updates - Cerita bersambung seri 3.

.... artinya walaupun sudah hidup enak dan serba kecukupan, akan tetapi manusia tidak pisah dengan halangan dan rintangan yang menghadang di depan kita. 

-----

Lalu aksara ‘ca’ memiliki arti atau jati diri dalam Bahasa Jawa ‘Candraning wong urip kuwi, kagawa saka jati dirining utawa lakoning wong kuwi dewe’. Artinya orang hidup itu tergantung pada dirinya masing–masing, diri - sendirinyalah yang menentukan.

Kemudian aksara ‘ra’ mempunyai arti atau filosofi ‘Randat (alon-alon) sakabehing wong bakal sudo’. Artinya semua orang, lama - kelamaan pasti akan berkurang, ini bisa dimaksudkan dalam tenaganya, daya pikirnya dan lain sebagainya.

Kemudian aksara ‘ka’ mempunyai arti atau filosofi ‘Kamulyaning wong urip, labuh labet kang becik nampa ganjaran saking Gusti’. Artinya orang hidup itu mempunyai kemuliaan masing–masing, sesuai dengan apa yang telah dibuatnya, manusia akan menerima ganjaran atau imbalan yang telah dibuat selama hidupnya baik itu perbuatan baik maupun buruk dari Allah Ta’ala yang menciptakan alam semesta ini.

Kemudian aksara ‘da’ memiliki jati diri atau arti ‘Dedawaning lelakon, Gusti kang paring patokan’. Jadi dapat diartikan semua peristiwa selama hidup baik meninggal cepat atau lambat, Gusti Allah lah yang memberikan patokan.
Sang Penulis " Tulas" Foto Bersama Nara Sumber


Kemudian aksara ‘ta’ memiliki jati diri atau filosofi ‘Tatag, teteg, teguh, pikukuh’. Ini memiliki arti dalam hidup di dunia, kita harus menikmatinya dengan sabar baik itu cobaan yang ringan maupun cobaan yang berat. Selain itu, kita juga harus menghargai proses serta menjalankan dan menikmati proses. 


Kemudian aksara ‘sa’ memiliki werdi atau filosofi ‘Sena.... 
(Bersambung ke Episode-4)

Penulis

LAKNA 17 'UN

Artikel Terkait
×
Berita Terbaru Update