Mukti Ali dan Bang Olay merupakan sapaan akrab dari Dr. Mukti Ali, S. Ag. M. Hum salah satu dosen di IAIN Salatiga yang juga menjabat sebagai dekan di salah satu fakultas kampus tersebut. Karena menjadi pejabat kampus, sehingga ia dibebani oleh tugas–tugas lain, seperti mengejar akreditasi jurusan dan lain sebagainya.
Tugas pokok seorang dosen, yakni mengajar atau menyampaikan materi kepada mahasiswanya. Akan tetapi, karena disibukkan dengan tugas lain tersebut, waktu mengajar Mukti Ali menjadi berkurang. Namun ia tetap mengutamakan tugas pokoknya sebagai seorang dosen yakni mengajar atau menyampaikan materi perkuliahan kepada mahasiswanya. Akan tetapi faktanya tidak secara penuh ia mendampingi anak didiknya di kelas.
![]() |
| Hasil analisis INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) milik penulis berjumlah empat belas judul, yang dikumpulkan di meja Mukti Ali. Jumat (08/06) lalu. [Doc. L17'UN] |
Supaya anak didiknya tidak terbiarkan begitu saja, dosen lulusan S3 dari salah satu perguruan tinggi ternama di Jawa Barat ini mengambil langkah yang berbeda dengan dosen lainnya, yakni menyuruh mahasiswanya menganalisis jurnal dari website fakultasnya.
Sehingga dapat dikatakan gaya mengajarnya ini merupakan gaya mengajar masa kini, karena ia terlalu disibukkan dengan tugas lain yang sebenarnya lebih penting dari tugas pokok seorang dosen. Setiap minggunya, mahasiswa yang diajar oleh Mukti Ali, diberi tugas mengoreksi jurnal diantaranya mencari kesalahan, kekurangan, kelebihan dan lainnya. Tugas tersebut dilakukan secara individu.
“Gua menyuruh ente semua menganalisis jurnal itu, supaya ente semua mau membaca,” ujar Mukti Ali dengan logat khasnya, ketika sedang mengajar di kelas.
![]() |
| Mukti Ali, ketika sedang menyampaikan materi perkuliahan di kelas. Meski tidak secara rutin mendampingi mahasiswanya, karena disibukkan dengan tugasnya sebagai pejabat kampus. [Doc. L17'UN] |
Sebelumnya Mukti Ali juga menyampaikan, bahwa hasil dari menganalisis jurnal tersebut juga akan dapat mempermudah skripsi mahasiswa yang diajarnya. Sebab, dengan menganalisis atau mengoreksi jurnal otomatis dilakukan dengan membaca. Dan dengan membaca maka dapat memperoleh/menambah pengetahuan. Setelah memperoleh pengetahuan, maka dapat memudahkan mahasiswanya untuk menyusunan tugas akhir. Selain itu, sistematika penulisan jurnal yang ia suruh mengoreksi itu, juga hampir sama dengan penulisan skripsi anak didiknya.
Demikianlah sekelumit tulisan tentang Mukti Ali, seorang tokoh pendidikan yang memiliki gaya mengajar masa kini. Gaya mengajarnya ini tergolong unik nan menggelitik, sebab ia terlalu sibuk dengan tugas lain sebagai seorang pejabat di kampus. Dan dapat dijadikan sebagai rujukan oleh para pengajar yang juga merangkap sebagai pejabat di kampus atau sekolah.
Penulis,
LAKNA 17 ‘UN


