Mbah Sujiyem memperlihatkan penyakit yang
dideritanya
Berdasarkan hasil RAKER ( rapat kerja ) pengurus Blora Updates Peduli (BUP) yang salah satunya menghasilkan kegiatan BAKSOS yang kemudian kami kemas Baksos tersebut dengan kegiatan bagi-bagi sembako terhadap warga kurang mampu yang berada di dukuh Jomblang desa Sonokidul kecamatan Kunduran kabupaten Blora.

Adapun kegiatan ini bekerjasama dengan pihak desa setempat.  Undangan juga diberikan untuk kepala desa Sonokidul. Dengan tujuan bisa meminimalisir anggaran yang akan digunakan dalam kegiatan tersebut, sedangkan jumlah warga yang layak menerima sembako tersebut BUP Batasi sekitar hanya 30 jiwa, atas arahan kepala desa arahan kepala desa dan aparat desa setempat, dan yang menjadi tanggungan BUP  dalam kegiatan ini adalah 30 jiwa warga.

Dalam kegiatan tersebut tak terjadi kendala sedikitpun, namun ada salah satu yang mencuri perhatian team BUP, ada apa Gerangan?

Ya sesosok nenek yang menggunakan kerudung. Menggunakan kerudung aja mencuri perhatian..? bukan kerudungnya yang mencuri perhatian….. namun seorang nenek menggunakan kerudung hanya untuk digunakan sebagai penutup muka (bagian pipi kiri).

Mbah Sujiyem selain menerima paket sembako,
juga mendapat uang untuk beli Obat
Pipi sang nenek yang membengkak cukup besar dan menurut beliau sangat sakit rasanya. Kami sebagai team gak bisa membayangkan betapa tersiknyanya nenek yang sudah uzur ini.
Sujiyem nama nenek yang mengidap tumor setahun belakangan ini. 
Jenis obat penahan nyeri mbah Sujiem
Sujiyem tinggal bersama anak dan menantunya. Pengobatan pernah diusahakan Kasdi anak lelaki yang diikuti dan istrinya Sarmi. Pengobatan setahun lalu sebelum tumor tersebut membesar, menurut keterangan ibu 3 anak tersebut perawatan dilakukan ke Rumah sakit Purwodadi.


“setahun lalu mak sudah saya bawa ke Rumah sakit Purwodadi dan ditangani dr. Mitro specialist bedah ketika benjolan mak ini masih sangat kecil.” Ungkapnya
“Saran dokter penyakit mak ini jangan dioperasi, karena posisi letaknya didalam dan mengganggu syaraf mata, kalau dioperasi kemungkinan berhasil itu kecil, jikapun berhasil makan mak gak akan bisa melihat lagi (buta)” Tambahnya

Sujiyem ketika pamitan pulang
Karena mendapat saran dari dokter akhirnya ibu 3 anak ini tidak pernah lagi membawa sang mertua berobat. Hanya dibelikan obat mencegah rasa nyeri….

Sujiyem selalu merasakan panas dan sakit pada pipinya sebelum mengkonsumsi obat yang dibelikan sang menantu. 

menurut Sujiyem kesakitannya lebih menyiksa saat jam-jam tidurnya. " saat tidur rasanya panas dan cekot-cekot, membuat gak bisa tidur. dengan obat ini lumayan bisa mengurangi sakit" ujarnya

“Walau penyakit mertua tidak sembuh tapi saya ingin dia tidak merasakan kesakitan yang tak bisa kubayangkan.” Harapan sarmi