![]() |
| Mbah Sujiyem memperlihatkan penyakit yang dideritanya |
Adapun
kegiatan ini bekerjasama dengan pihak desa setempat. Undangan juga diberikan untuk kepala desa
Sonokidul. Dengan tujuan bisa meminimalisir anggaran yang akan digunakan dalam
kegiatan tersebut, sedangkan jumlah warga yang layak menerima sembako tersebut
BUP Batasi sekitar hanya 30 jiwa, atas arahan kepala desa arahan kepala desa
dan aparat desa setempat, dan yang menjadi tanggungan BUP dalam kegiatan
ini adalah 30 jiwa warga.
Dalam
kegiatan tersebut tak terjadi kendala sedikitpun, namun ada salah satu yang
mencuri perhatian team BUP, ada apa Gerangan?
Ya
sesosok nenek yang menggunakan kerudung. Menggunakan kerudung aja mencuri
perhatian..? bukan kerudungnya yang mencuri perhatian….. namun seorang nenek
menggunakan kerudung hanya untuk digunakan sebagai penutup muka (bagian pipi
kiri).
![]() |
| Mbah Sujiyem selain menerima paket sembako, juga mendapat uang untuk beli Obat |
Sujiyem
nama nenek yang mengidap tumor setahun belakangan ini.
![]() |
| Jenis obat penahan nyeri mbah Sujiem |
“setahun lalu mak sudah saya bawa ke Rumah sakit Purwodadi dan ditangani dr. Mitro specialist bedah ketika benjolan mak ini masih sangat kecil.” Ungkapnya
“Saran
dokter penyakit mak ini jangan dioperasi, karena posisi letaknya didalam dan
mengganggu syaraf mata, kalau dioperasi kemungkinan berhasil itu kecil, jikapun
berhasil makan mak gak akan bisa melihat lagi (buta)” Tambahnya
![]() |
| Sujiyem ketika pamitan pulang |
Sujiyem
selalu merasakan panas dan sakit pada pipinya sebelum mengkonsumsi
obat yang dibelikan sang menantu.
menurut Sujiyem kesakitannya lebih menyiksa saat jam-jam tidurnya. " saat tidur rasanya panas dan cekot-cekot, membuat gak bisa tidur. dengan obat ini lumayan bisa mengurangi sakit" ujarnya
menurut Sujiyem kesakitannya lebih menyiksa saat jam-jam tidurnya. " saat tidur rasanya panas dan cekot-cekot, membuat gak bisa tidur. dengan obat ini lumayan bisa mengurangi sakit" ujarnya
“Walau
penyakit mertua tidak sembuh tapi saya ingin dia tidak merasakan kesakitan
yang tak bisa kubayangkan.” Harapan sarmi




